This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Mei 2014

mekanika teknik

 
91
 
Z
 pasak 
= 13 buah
3.1.4
 
Facing 
Plat Gesek 
 Dari perencanaan
 facing 
( Gambar 2.62 ) plat gesek ini ditetapkanspesifikasi sebagai berikut :Tabel 3.3 Sifat material yang biasa digunakan untuk lapisan permukaanGesek [Khurmi,1982 ] 
 
Tekanan maksimum pada bidang gesek ( p ) = 0,2 N/mm
2
.
 
Koefisien gesek plat kering (
) = 0,3
 
Perbandingan plat gesek 
2
 
= o,6
1
1.
 
Menghitung radius rata-rata permukaan kontak R[mm]R = (
1
+ r 
2
) / 2R = ( 1+ 0,6 )
1
/ 2R = 0,8
1
2.
 
Menghitung
axial 
 
thrust 
dengan permukaan kontak W [ N ]W
= p π ( r 
12
 
 – 
22
)W = 0,2
.
3,14 ( 1
2
 
 – 
0,6
2
) r 
12
 W = 0,4
12
3.
 
Menghitung radius internal permukaan gesek r 
1
[mm]
 
92
T
= n μ W R 
 W
= T / (n μ R )
 0,4 r 
12
= 90600 / ( 2
.
0,3
.
0,8r 
1
)
1
= [ 90600 / ( 2
.
0,3
.
0,4
.
0,8)]
1/3
 
1
= 77,85 mm4.
 
Menghitung radius
external 
2
[mm]
2
= 0,6
1
2
= 0,7
.
77,85
2
= 56,71 mm5.
 
Menghitung total gaya pada permukaan gesek W [ N ]W
= p π ( r 
12
 
 – 
22
)W = 0,2
.
3,14 ( 77,85
2
 
 – 
56,71
2
)W = 1786 N6.
 
Diameter 
 facing 
plat gesek D
1
= 155,7 mmD
2
= 113,42 mm7.
 
Direncanakan tebal plat gesek t = 5 mm
3.1.5
 
Plat Gesek 
 Plat ini disatukan dengan naf dan juga berfungsi untuk memegang
 facing 
. Dimensi
 – 
dimensi plat gesek yang direncanakan adalah sebagai berikut :1.
 
Dimeter luar plat gesek sama dengan diameter luar 
 facing 
.D
 plat 1
= 155,7 mm
 
93
2.
 
Bahan plat gesek yaitu St-703.
 
Tebal pelat gesek direncanakn 2 mm4.
 
Diameter dalam plat gesek direncanakan sama dengan diameter luar 
naf 
yaitu :D
 plat 2
= 22,43 mm

Mengenal Energi Angin dan cara kerja turbin Angin

Posted by : adi nagara Minggu, 07 Juli 2013


Energi angin dapat disebut sebagai jenis konversi dari energi surya. Sinar matahari memanaskan tanah dan hal ini akan menyebabkan atmosfer menjadi hangat. Ketika udara panas naik, tekanan atmosfer bumi berkurang dan udara dingin akan bergerak untuk mengambil tempat tersebut. Udara dingin yang bergerak inilah yang disebut sebagai angin. Udara memiliki massa dan ketika bergerak, ia mengandung energi. Energi ini dapat diubah menjadi energi mekanik yang diterapkan dalam berbagai macam kegiatan.

Untuk mengubah energi angin menjadi energi mekanik, digunakanlah turbin angin. Sistem ini efektif dalam mengubah energi kinetik angin menjadi energi listrik atau energi mekanik. Energi mekanik biasanya digunakan untuk memompa air terutama di daerah terpencil tetapi juga digunakan untuk kegiatan lain, seperti menggiling produk pertanian. Turbin juga membantu untuk menghasilkan listrik untuk bisnis dan rumah.

Cara Kerja Turbin Angin
Turbin angin terdiri dari dua jenis utama yaitu sumbu horizontal dan sumbu vertikal. Sumbu horizontal merupakan yang paling umum dan jenis ini digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik dalam jumlah yang besar. Sistem ini terdiri dari berbagai komponen termasuk diantaranya baling-baling yang digunakan untuk mengkonversi energi angin menjadi energi mekanik dan listrik, poros, generator, gearbox, menara, drive train, kabel listrik, kontrol, interkoneksi dan peralatan pendukung lainnya. Turbin angin memiliki berbagai ukuran dan baja digunakan sebagai menaranya. Baling-baling pada sistem turbin angin terbuat dari polyester yang diperkuat menggunakan fiberglass.

Energi Angin, Kelebihan dan Kekurangannya
Kemampuan turbin angin untuk menghasilakn listrik dapat diukur dalam satuan watt. Output dari sistem biasanya tergantung pada ukuran sistem dan kecepatan angin. Sebagian besar sistem di pasar menghasilkan sekitar antara 250 watt dan 5 megawatt.

Angin biasanya kuat di tempat yang lebih tinggi dari tanah, inilah yang menjadi alasan utama mengapa turbin angin tingginya bisa mencapai 30 meter. Ketinggian ini memungkinkan baling-baling untuk menangkap lebih banyak energi dari tiupan angin. Sistem turbin biasanya memiliki fitur yang memutar rotor menghadap ke arah angin.

Bila sejumlah besar turbin angin ditemukan di satu lokasi, ini biasanya disebut sebagai "ladang angin". Ladang angin biasanya terletak di daerah yang selalu berangin.

Sistem yang digunakan untuk memanfaatkan energi angin merupakan hal yang menguntungkan karena tidak seperti metode lain dalam memproduksi energi, penggunaan energi angin tidak menghasilkan polutan. Energi angin yang dihasilkan juga merupakan energi terbarukan dan ini berarti selama angin masih berhembus, selama itulah kita masih dapat memanfaatkan energi angin.

Dengan menggunakan energi angin, berarti negara tidak harus bergantung pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Bahan bakar fosil tidak menguntungkan karena mereka mencemari lingkungan dan menambah jumlah gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca ini merupakan penyebab terjadinya pemanasan global.

Biaya produksi energi angin telah menurun drastis, tetapi investasi awal masih lebih tinggi dibandingkan dengan yang dibutuhkan untuk mendapatkan energi dari bahan bakar fosil. Namun, keuntungan energi angin dapat dicapai dalam jangka panjang, biaya akan berkurang karena kita tidak perlu membeli bahan bakar fosil lagi. Biaya operasi juga lebih minimal dibandingkan dengan BBM fosil.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi energi angin adalah kenyataan bahwa energi angin tidak teratur. Tidak ada jaminan bahwa angin akan terus berhembus kencang dan ini membuatnya tidak dapat diandalkan setiap saat. Ini bisa menjadi masalah besar karena sebagian besar daerah yang mengandalkan energi angin sebagai sumber listrik biasanya merupakan daerah terpencil yang karenanya sulit untuk mendapatkan sumber listrik lain.

Untuk memanfaatkan energi angin, juga dibutuhkan area yang luas dan hal ini menciptakan kompetisi sumber daya tanah. Ini adalah salah satu alasan mengapa penggunaan energi angin belumlah luas, namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena daerah di bawah 'ladang angin' dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Energi angin jelas merupakan alternatif yang lebih baik bagi bahan bakar fosil karena bersih, aman dan dengan biaya operasi yang minimal. Dunia sudah bergerak menuju sumber energi ramah lingkungan dan energi angin merupakan pilihan yang sangat cocok.